SEMUANYA BERAWAL DARI MIMPI

Gaji TKI di Inggris sekitar Rp23 juta per bulan



Musiri
Image captionMusiri pada 2010 ketika melarikan diri dari majikan lama dan Musiri kini pada Juni 2016.

Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, kehidupan Musiri berubah total; dari tenaga kerja yang menanggung utang untuk biaya merantau ke Mesir menjadi tenaga kerja yang mampu berinvestasi.
Kisah Pembantu Indonesia di Inggris pada 2010 lalu, Musiri sudah dua tahun berada di Inggris bersama majikan keluarga dokter asal Mesir yang menetap di London.
Tenaga kerja asal Bojonegoro, Jawa Timur ini, hanya digaji £110, dengan kurs sekarang setara dengan R2,1 juta per bulan, jumlah yang terlalu rendah untuk standar gaji di negara maju seperti Inggris.


MusiriHak atas fotoMUSIRI
Image captionMusiri bersama salah seorang putrinya di salah satu halaman rumah mereka di Bojonegoro.

Oleh karenanya, ia kabur dari majikan pada 2010, mendapat majikan baru dan sejak itu kondisi Musiri sudah berubah.
"Sekarang saya dapat kerja lumayanlah buat biaya anak sekolah. Saya punya anak dua, keduanya kuliah. Yang satu sudah lulus, sekarang sarjana. Terus yang satu tahun ketiga, mengambil arsitek," kata Musiri.
Bekerja untuk keluarga pengusaha asal Lebanon yang berdomisili di Inggris, Musiri menerima gaji £1.800 (sekitar Rp35 juta) per bulan, lebih tinggi dibandingkan upah standar nasional Inggris £1.152 (sekitar Rp23 juta) per bulan jika menggunakan patokan upah nasional minimum £7.20 per jam dan bekerja selama 40 jam per minggu.
Akan tetapi gaji tersebut belum dipotong pajak, biaya transportasi, sewa rumah dan biaya hidup lainnya yang tergolong mahal di ibu kota Inggris.

Motor dan mobil


MusiriHak atas foto
Image captionMusiri mengaku senang tingkat pendidikan kedua putrinya jauh lebih tinggi dibandingkan dirinya.

Jelas dengan pertambahan gaji tersebut, Musiri dapat melakukan banyak hal di Bojonegoro. Ia mampu menguliahkan kedua putrinya, dan membantu mengangkat taraf hidup keluarganya, termasuk kedua orang tuanya.
"Selain itu, buat beli rumah, beli motor buat dua anak saya dan dua keponakan saya, dan beli tanah juga. Alhamdulillah senang," tuturnya.
"Sedikit-sedikit saya juga punya tabungan dan tahun depan beli mobil."
Dengan mobil barunya nanti, Musiri berharap dapat menyetir sendiri dari rumah kontrakannya ke rumah majikan orang Lebanon di gedung apartemen mewah menghadap ke Sungai Thames, London.

'Terancam dipulangkan'



SouthallHak atas foto
Image captionToko sayur di Southall menjual sayur mayur khas Asia seperti okra dan terong.

Di Southall, kantong komunitas India dan Pakistan berbaur dengan komunitas dari negara-negara lain, termasuk tenaga kerja asal Indonesia.
Di kawasan yang suasananya kental Asia Selatan ini, saya ingin mencari, Ida, seorang tenaga kerja Indonesia yang enam tahun lalu terancam dipulangkan karena masa berlaku visanya habis.
Karena paspor ditahan majikan, ia mengaku kabur tanpa dokumen setelah merasa mendapat perlakuan buruk dari majikan, keluarga diplomat Indonesia.


IdaHak atas foto
Image captionIda mengaku masih bisa membantu ibunya di Lampung.

Kini Ida tinggal di sebuah rumah tak jauh dari keramaian jalan utama, dan sudah punya dua anak, masing-masing berusia tiga bulan dan dua tahun. Soal visa serta paspor, ia mengaku sudah mengantongi semuanya.
"Visa sudah beres, paspor juga sudah beres. Dan Insya Allah mengajukan lagi tahun 2018, visa domestic worker continue (perpanjangan visa pekerja domestik," Ida berkata.
Meskipun sudah memiliki dua anak, Ida mengaku masih bisa membantu ibunya di Lampung dengan mengirimkan uang secara berkala.


SouthallHak atas foto
Image captionDi Southall, para pekerja migran dari berbagai negara hidup berdampingan.

Kisah Musiri dan Ida, menurut Anis Hidayat Direktur Migrant Care, LSM yang mengurusi buruh migran, mencerminkan mobilitas sosial ekonomi pekerja domestik dan itu terbukti di kampung-kampung asal mereka.
"Hasil penelitian Migrant Care tahun 2014 dan yang juga kita lakukan lagi tahun 2015 itu menunjukkan bahwa memang buruh migran perempuan yang bekerja sebagai PRT di banyak negara merupakan aktor penting dari pembangunan di Indonesia.
Dan secara nyata menggerakkan pembangunan. Di NTT misalnya, itu hampir mayoritas sarjana, dan di NTB itu sumbangan buruh migran perempuan karena jerih payah mereka di luar negeri," jelas Anis Hidayat.
Di samping "menelurkan sarjana", Anis menambahkan, sebagian TKI yang pulang melanjutkan pendidikan mereka ke perguruan tinggi. Yang sudah jamak dilihat adalah hasil-hasil pembangunan fisik, terutama rumah, di kantong-kantong asal TKI.

Setya Novanto divonis 15 tahun, denda Rp 500 juta, dicabut hak politik 5 tahun


Setya NovantoHak atas fotoS

Hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) menyatakan Setya Novanto terbukti bersalah dalam kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara lebih dari Rp2,3 triliun.
Pengacara mengatakan putusan itu keliru, kendati Setya Novanto sendiri tidak langsung menyatakan banding melainkan 'pikir-pikir.'
Mantan Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar itu dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, denda Rp 500 juta, dan dicabut hak politiknya selama lima tahun.
"Terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti sebesar US$7,3 juta dikurangi Rp5 miliar yang sudah dititipkan kepada penyidik KPK," kata Ketua Majelis Hakim, Yanto, Selasa (24/04).
Hukuman penjara yang dijatuhkan, sedikit lebih ringan dibandingkan tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum, yaitu penjara 16 tahun.
Uang pengganti yang harus dibayarkan, US$7,3 juta dalam kurs terbaru setara dengan lebih dari 101 miliar. Jika Setya tak membayar uang pengganti itu, kata Ketua Majelis Hakim, Yanto, harta benda Setya akan disita untuk memenuhi hukuman itu. Yanto berkata, kalaupun harta Setya tidak cukup, mantan Ketua DPR itu harus menjalani pidana penjara tambahan selama dua tahun.
Adapun pencabutan hak politik Setya selama lima tahun, artinya selama lima tahun sejak menyelesaikan masa hukumannya di penjara nanti, Setya Novanto tidak boleh memilih atau dipilih atau menduduki jabatan publik.

Setya NovantoHak atas foto

Ditanya hakim tentang sikapnya atas putusan itu, Setya Novanto kemudian berunding dengan pengacaranya yang dipimpin Maqdir Ismail, dan kemudian menyatakan, "Saya akan berbicara lebih dahulu dengan keluarga saya, dan karenanya saya minta diberi waktu untuk pikir-pikir dulu," katanya.
Namun kuasa hukumnya, Firman Jaya, menyebut bahwa pengajuan banding sekadar soal waktu saja. Menurutnya, saat ini Novanto tengah berembuk bersama istri dan anaknya terkait upaya hukum berikutnya.
"Sebenarnya Pak Novanto bisa saja langsung menyatakan banding, tapi tidak arif kalau dia tidak mendengar putra-putrinya," tutur Firman.
Menurut Firman, vonis terhadap kliennya didasarkan pada sejumlah pertimbangan yang tidak tepat. Karenanya Setnov, panggilan populer mantan politikus ini, memilik dasar yang kuat untuk mengajukan banding.
"Hakim salah satunya menyebut tidak tercapainya target Sucofindo. Itu kan di luar kompetensi Novanto, tapi malah dibebankan kepadanya," ujar Firman.
Merujuk pembuktian di persidangan, majelis hakim menyatakan perbuatan Setya memenuhi unsur menguntungkan atau memperkaya diri sendiri dan orang lain atau korporasi.
Tindakan Setya dalam proyek KTP elektronik itu juga disebut memenuhi unsur menyalahgunakan jabatan dan unsur merugikan keuangan negara.
Majelis hakim menyatakan, Setya secara bersama-sama melakukan korupsi seperti dinyatakan jaksa dalam dakwaan kedua.

Setya NovantoHak atas foto

Sebelumnya, dalam kasus yang sama, Pengadilan Tipikor juga telah menjatuhkan vonis bersalah pada dua eks pejabat Kementerian Dalam Negeri, yaitu Irman dan Sugiharto.Pengusaha Andi Narogong juga dijatuhi hukuman penjara karena dinyatakan terlibat patgulipat proyek e-KTP.
Mantan ketua umum Golkar ini dianggap memiliki pengaruh untuk meloloskan jumlah anggaran KTP Elektronik ketika dibahas di Komisi II DPR RI pada 2011-2012.
Dalam pembelaannya di sidang terdahulu (13/4), baik pembelaan pribadi maupun pembelaan hukum dari tim pengacara, ia menyatakan diri tidak bersalah, dan membantah semua dakwaan.

Setya NovantoHak atas foto

Setya Novanto waktu itu mengaku bertemu sejumlah pengusaha terkait E-KTP, termasuk Andy Narogong dan Johanes Marliem yang kemudian tewas di Amerika. Pertemuan pertama berlangsung di sebuah hotel, disusul beberapa pertemuan lain di rumahnya. Namun ia mengaku tak pernah menindak-lanjuti permintaan mereka untuk mempengaruhi pengambilan keputusan di DPR terkait proyek e-KTP. Ia mengaku merasa dijebak dalam kasus itu.
Bahwa ia mengembalikan uang sebesar Rp5 miliar ke KPK, katanya, itu sebagai tangung jawab atas perbuatan keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi, yang menerima uang Rp5 miliar dari Andi Narogong dan sebagian diserahkan kepada sejumlah anggota Komisi II DPR.

Persahabatan pendeta dan ustad mengantar mantan tentara anak Ambon menjadi duta damai


Pendeta Jacky Manuputty masih dihantui oleh langkahnya memberkati para kombatan saat konflik berdarah bergolak di Ambon hampir 20 tahun lalu.
"Saya tak pernah membawa senjata namun doa saya dan berkat saya lebih dasyat dibandingkan senjata. Dengan memberkati, mereka (para kombatan) percaya bahwa inilah perang suci," kata Pendeta Jacky pada satu hari Minggu setelah memimpin kebaktian di Gereja Silo, salah satu gereja tertua di Ambon.
Konflik paling berdarah di Indonesia dengan korban lebih dari 5.000 orang meninggal, membuat banyak orang "tak punya waktu untuk rasional, dan hanya dapat bertahan, bunuh atau dibunuh," kata Jacky.
"Saya terlibat dalam konflik untuk memotivasi Kristen mempertahankan hidup dan milik mereka," tambahnya.
Sejak konflik pecah pada Januari 1999, Pendeta Jacky sempat mengalami masa terombang ambing: membela komunitasnya atau melihat konflik sebagai bencana kemanusiaan.
Undangan Sinode Gereja Presbyterian di New York City, beberapa bulan setelah kerusuhan pecah, yang seolah "memanggang sekujur tubuhnya" saat itu.
Saat datang ke Amerika Serikat pada April 1999, ia hanya bercerita tentang korban Kristen, pernyataan yang mengundang pertanyaan "Mengapa Anda hanya bercerita tentang orang Kristen yang menjadi korban di Maluku? Staf kami baru kembali dari Indonesia dan menginformasikan bahwa banyak Muslim juga menjadi korban."
Pertanyaan pihak gereja yang membuatnya "malu, gelagapan dan tertunduk dalam diam" ini, menjadi salah satu awal perjalanannya melihat konflik sebagai bencana bagi masyarakat Maluku secara keseluruhan dan bukan konflik agama.
Salah satu titik awal baginya untuk menjalin komunikasi dengan pihak Muslim dan ikut mengupayakan perdamaian.
"Namun pada saat itu saya tak bisa mempublikasikan perdamaian karena ketika orang mabuk akan perang, bisa bahaya. Kami kerja di bawah tanah," ceritanya lagi.
Perjalanan panjang ini yang membawanya bertemu dengan para pemuka Muslim, salah seorang di antaranya Ustad Abidin Wakano.
Perjalanan ini juga yang membawa keduanya bersahabat dan berupaya menjadi "panutan" untuk ikut merajut rasa saling percaya komunitas Kristen dan Muslim yang saat itu mencapai titik saling benci dan dendam yang begitu tinggi.
Mereka yang terseret dalam bara kebencian, dendam dengan saling menyerang dan saling membunuh ini termasuk banyak kombatan anak yang ikut berada di garis depan perang selama bertahun-tahun.
Sejumlah di antara mereka termasuk Ronald Regang yang menjadi pemimpin komandan pasukan anak Kristen dan Iskandar Slameth, yang tergabung dalam Pasukan Jihad. Ronald berusia 10 tahun saat mulai masuk medan tempur dan Iskandar 13 tahun.
Setelah konflik mulai mereda, menyusul perjanjian Malino pada 2002, mereka mengalami trauma mendalam atas pengalaman mereka.

Orang mengatakan kami penyebab Ambon rusuh

Di tengah masyarakat yang terpecah saat itu, mereka justru dituduh sebagai bagian dari "penyebab kerusuhan."

Kerusuhan Ambon pada 2004Hak atas foto
Image captionSuasana Ambon pada 1 Mei 2004, masih bergolak dua tahun setelah perjanjian Malino pada 2002.

"Dulu kita dianggap sebagai pahlawan karena kita maju ke medan pertempuran di garis depan, nyawa taruhan kita, dulu kita dianggap sebagai Tuhan kedua dalam medan pertempuran… setelah konflik memang kita dikucilkan," cerita Ronald.
"Kalau tak ada kita saat itu, apakah kalian masih ada? Tidak ada daerah Kristen yang bisa bertahan berapa belas tahun. Atau daerah Muslim yang bisa bertahan. Saya tak tahu kenapa orang berpikir seperti itu … Memang sakit hati," tambahnya.
Sementara Iskandar lari ke narkoba untuk mengatasi rasa "stress"nya.
"Jadi bandar, jadi pemakai, kehidupan malam," kata Iskandar.
Sejak perjanjian Damai Malino 2002, gejolak masih terjadi beberapa kali dan suasana masih begitu rentan.
Kedua mantan kombatan anak dan bekas musuh ini bertemu dalam salah satu acara lintas damai yang melibatkan Lembaga Antar Iman Maluku, wadah yang diorganisir Pendeta Jacky dan Ustad Abidin.
Jacky mengatakan, "Saat masuk ke Young Ambassador for Peace, staf Lembaga Antar Iman Maluku, bertemu dengan mantan fighters (pejuang), jihadis mini, mereka sempat tegang tapi selalu ada pengaman dari mereka yang telah membangun relasi sebagai sahabat Muslim dan Kristen."
Dalam pertemuan ini, para mantan tentara anak mengungkap pengalaman dan perasaan masing-masing.

Ronald Regang dan Iskandar Slameth
Image captionRonald dan Iskandar mengatakan keduanya bersahabat setelah saling mengungkap pengalaman dan perasaan pada pertemuan tahun 2006.

"Saya tulis saya paling benci sama orang Kristen, karena kakak saya hancur kakinya, sepupu saya mati. Lalu saya bakar semua (tulisan itu)," cerita Iskandar mengenang pertemuan dengan mantan petempur Kristen pada 2006.
Sementara Ronald mengatakan, "Saat itu tak ada kemarahan, tapi merasa bersalah. Saya minta maaf kepada orang Muslim yang pernah saya bunuh, saya minta maaf untuk semua orang Muslim dan saya katakan bukan saya saja yang membunuh, tapi semua orang saat itu membunuh, prinsipnya adalah bila tak membunuh akan dibunuh."
"Kita tak tahu apa yang kita perbuat saat itu, dan seandainya kalau kita tahu pun, kita tak akan lakukan," kata Ronald lagi.
Pendeta Jacky mengatakan saling bertemu antara mantan tentara anak Muslim dan Kristen ini merupakan salah satu langkah awal untuk memulihkan trauma dan sekaligus membangkitkan rasa saling percaya antara dua komunitas yang terpecah.

Jacky Manuputty bersama Ronald dan Dahlia TaloHak atas fotoJACKY MANUPUTTY
Image captionJacky Manuputty bersama Ronald dan Dahlia Talo sebelum mereka diberangkatkan untuk mengangkat pengalaman mereka di Filipina dalam pertemuan tentang mantan tentara anak.

Mereka juga diajak keluar Ambon, ke Jogjakarta, Jakarta dan juga Filipina, dalam berbagai kegiatan untuk menceritakan pengalaman sebagai bekas kombatan anak.
"Dia (Ronald) dihormati sebagai fighters (pejuang) di dalam konflik, ketika konflik selesai, masyarakat umumnya menyingkirkan mereka. Dan menganggap mereka sebagai orang-orang bermasalah di masyarakat. Mereka dikucilkan," kata Pendeta Jacky.

Pendeta Jacky Manuputty
Image captionMantan tentara anak dipuji saat konflik namun dikucilkan setelah konflik.

Melalui perjumpaan secara intensif ini, kata Ustad Abidin, "Mereka saling memahami bahwa mereka menjadi korban… anak-anak seusia mereka yang juga mengalami korban yang sama, kakek, nenek, saudara, sahabat yang meninggal atau bahkan kampung halaman yang dibakar. Dari situ mereka berjumpa dan ternyata mereka menyadari mereka memiliki nasib yang sama."
Proses untuk kembali merajut saling percaya ini dilanjutkan dengan saling berkunjung ke wilayah masing-masing, perjalanan melintas batas tempat tinggal yang sangat berat dilakukan saat itu sekalipun konflik mulai mereda.
"Mereka bisa tinggal di rumah laskar jihad (misalnya), dari situ anggapan bahwa yang berjenggot jahat ternyata tidak," kata Abidin yang saat ini menjabat sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia, Maluku.
"Orang seperti Ronald, dia bertemu seorang ustad… yang sebelumnya dia anggap identik dengan teroris dan pertemuan ini merubah prospektif terhadap orang yang semula dianggap jahat," tambahnya.
Persahabatan dan saling percaya yang ditunjukkan ustad dan pendeta ini menjadi salah satu kunci bagi para mantan tentara anak untuk kembali membangkitkan rasa percaya.
"Saat mereka kembali ke komunitas masing-masing, mereka dikelilingi oleh orang yang masih memendam kebencian satu sama lain, karena itu kami mulai mengajak mereka untuk saling mengunjungi," kata Pendeta Jacky yang saat ini menjadi asisten Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antariman dan Antarperadaban.
"Dia (Ronald) melihat saya dan Ustad Abidin menjadi sahabat dan keluarga, dan itu merubah citra dia tentang Muslim. Kami pertemukan dia dengan teman-teman Muslim. Dia membandingkan dengan apa yang dia pahami sebelummya. Rasa percaya mulai tumbuh. Kami libatkan dia dalam lingkungan yang lebih luas."

Abidin Wakano
Image captionAbidin Wakano dalam khotbah Jumat di Masjid Al-Fatah Ambon.

"Dia percaya Ustad Abidin sebagai panutan (untuk percaya Muslim) dan saya menggaransi (kepercayaan itu). Dari Ustad Abidin dia bangun rasa percaya," tambahnya.
Masyarakat Maluku dan Ambon pada khususnya saat ini masih tinggal terkotak-kotak. Ada wilayah Kristen dan ada wilayah Muslim.
Segregasi sudah terjadi sejak zaman kolonial Belanda yang memang menempatkan masyarakat sedemikian rupa dalam kebijakan memecah belah. Namun konflik menjadikan pemisahan menjadi "permanen.'
Saat ini, Pendeta Jacky menempatkan kerentanan konflik pada angka enam, dalam skala satu sampai sembilan.
"Masih rentan karena memakan waktu lama untuk menyembuhkan trauma," katanya.

Peta tempat tinggal masyarakat di Ambon.Hak atas foto
Image captionKawasan tempat tinggal di Ambon. Merah muda kawasan Kristen, hijau Muslim dan kuning yang hanya sedikit campuran.

"Masih ada 40% sampai 50% kemungkinan (konflik), kita harus perkuat terus lewat provokasi perdamaian, perbanyak teman-teman muda. Mereka jadi amunisi hidup ketika konflik terjadi," kata Jacky.

Pendeta Jacky Manuputty dan Ronald Regang
Image captionPendeta Jacky: Membangun kepercayaan dan percaya diri anak-anak mantan tentara anak.

Sama-sama dimanfaatkan oleh orang lain

Tetapi dalam masyarakat pada umumnya, tambah Jacky, "Tumbuh kesadaran kolektif bahwa kita sama-sama hancur, sama-sama rugi dan sama-sama dimanfaatkan oleh orang lain untuk memperoleh keuntungan."
"Namun trauma masa lalu masih belum tuntas, belum selesai. Orang hanya menjaga agar jangan sampai terjadi. Orang belum sampai pada proses penyembuhan secara kolektif. Orang masih mengingkari atas apa yang terjadi di masa lalu. Belum ada penyembuhan kolektif."
Dari ratusan mantan kombatan anak yang terlibat dalam konflik Maluku, diperkirakan hanya sekitar 50 yang mengalami proses pemulihan dan menjadi "duta damai" melalui gerakan yang dinamakan Provokator Perdamaian.

Iskandar, Pendeta Jacky, Ustad Abidin dan Ronald
Image captionIskandar, Pendeta Jacky, Ustad Abidin dan Ronald di kedai kopi di Ambon.

Banyak lainnya yang terlibat dalam dunia keras, preman atau menjadi penagih hutang di kota-kota besar.
Bagi Ronald dan Iskandar dan sejumlah kecil mantan kombatan muda lainnya, penghargaan terhadap apa yang mereka lakukan saat ini juga menjadi faktor kunci.
"Apa yang Ronald peroleh adalah respect (dihargai)) dalam level yang sama tapi sebagai pekerja perdamaian. Ini reward (penghargaan), dia dihargai, dihormat,i dicintai, dan dia beri kesempatan untuk dapat bekerja bagi perdamaian," kata Jacky.
Berbagai aktivitas bersama yang mereka lakukan termasuk bengkel seni, baca puisi, tari, hip hop dan pecinta alam.
Di lapangan, selain beragam aktivitas ini, Ronald dan Iskandar dan teman-teman mereka juga sibuk mencegah tersebarnya ujaran dan isu kebencian lewat media sosial untuk menjaga kebersamaan masyarakat yang pernah terluka parah akibat kerusuhan paling berdarah di Indonesia ini.

CIRI AYAM BANGKOK SUPER BRINGAS dan MEMATIKAN


aduan.Sedangkan ayam Bangkok yang mempunyai kualitas bagus disebut juga ayam bangkok super.Ayam bangkok super bentuknya sangat garang dan bringas dan yang lebih menonjol mempunyai pukulan yang mematikan.

Sedangkan untuk ciri dari Ayam Bangkok Super bringas bisa dilihat dari berbagai aspek mulai dari leher,kepala,bentuk badan dan yang utama adalah bentuk kaki.

Ayam ini biasanya banyak dijumpai di peternakan yang terkenal dan mempunyai kualitas bagus,walaupun sebenarnya kita pernah melihatnya akan tetapi kita tidak menyadari dikarenakan tidak mengetahui ciri-cirinya.Ayam bangkok super memiliki kriteria-kriteria bentuk eher,badan,kaki,tehnik yang tidak dimiliki oleh ayam bangkok lainnya makanya ayam ini di namakan Ayam Bangkok Super.

Kali ini Lintas Ternak akan membantu anda untuk mengenali ciri-ciri Ayam Bangkok Super Bringas dan Mematikan.

CIRI AYAM BANGKOK SUPER


Dibawah ini beberapa ciri yang harus anda perhatikan mulai dari postur badan,leher dan postur tubuh agar anda mendapatkan kualitas Ayam Bangkok Super :

1.Tulang Leher

Ayam bangkok super memiliki struktur sambungan yang sangat rapat antar tulang leher dan badan.Di sinilah letak tenaga ayam,dengan struktur tulang yang kuat akan sangat dominan untuk menyerang lawan dan bertahan.Kalau ayam aduan tidak memiliki struktur tulang kuat gak usah lama-lama hitungan menit pasti udah KO dipukul lawan.

2.Tulang kaki

Untuk ayam bangkok super memiliki paha yang besar,ototmatis tulangnya juga besar.Dan ini menandakan ayam mempunyai pukulan yang kuat dan mematikan,selain itu ayam juga mempunyai kuda-kuda yangkuat untuk menahan serangan lawan.Kalau tulang betis anda raba-raba terasa padat dan berisi.

3.Jari kaki

Bentuk jari dan tulang ayam bangkok super meruncing dan panjang.Bentuk jari kaki yang seperti ini sangat ampuh dalam melakukan pukulan,biasanya kalau lawan terkena pukulan dari bentuk jari kaki tersebut pasti akan terasa kesakitan.

4.Postur tubuh


Postur tubuh ayam bangkok super sangat kekar,dari leher sampai ekor terkesan berbentuk memanjang,saat anda pegang menggunakan kedua tangan akan tersa berbobot dan padat.Dan sambungan tulang dari badan dengan ekor sanga rapat dan kuat.

5.Kaki ayam bangkok yang mempunyai sisik mulus seperti menjalin dipercaya ayam model seperti ini tidak bisa dikalahkan

6.Kaki ayam bangkok mempunyai sisik pecah disetiap ujung jari dan itu letaknya didekat kuku ayam,dipercaya mempunyai pukulan yang sangat keras dan merusak konsentrasi lawan karena menurunkan mental.

7.Kaki ayam bangkok super dengan sisik terbagi menjadi 2 bagian pada jari tengah atau jari samping,kalau ayam mempunyai kriteria semacam ini sudah dipastikan ayam mempunyai pukulan yang sangat keras kearah leher dan kepala.

Demikianlah ciri Ayam Bangkok Super Bringas dan Mematikan.Selain yang saya sebutkan diatas tadi masih banyak ciri-ciri yang dimiliki oleh ayam bangkok super.Untuk lebih menambah wawasan anda silahkan bertanya pada ahlinya atau sering baca buku.Semoga bisa bermanfaat.Terima kasih.